5 Cara Cepat Kaya Tanpa Ngepet dan Tanpa Tumbal

Image parts from Vecteezy




apcrit.com Kaya. Semua orang pasti menginginkan jadi kaya. Apa sih pengertian “kaya” itu? Kenapa sih orang-orang dari jaman nenek moyang sampai dengan sekarang berlomba-lomba untuk mengejarnya. Bersaing, sikut-sikutan bahkan melakukan aktivitas yang tidak masuk akal seperti memanfaatkan kekuatan supranatural. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kaya itu adalah :

kaya1/ka·ya/ a 1 mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya): baginya tua muda, besar kecil, — miskin semuanya sama; 2 mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya): — akan hasil bumi; 3 ki (ber)kuasa: Tuhan Yang Maha –;

Kalau kita tanya ke orang-orang apa pengertian kata kaya, kita juga pasti akan mendapat jawaban yang berbeda-beda. Kita pasti mendapat jawaban yang relatif. Ada yang bilang kaya itu terkait harta, ada yang bilang terkait dengan hati dan ada juga yang bilang terkait dengan jiwa.

Jadi ribet ya…hahaha. Ok, kita tidak mau berkutat di pengertian kata “kaya”, ga akan ada habis-habisnya dan kita pun jadi lupa membahas cara cepat kaya. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita sepakat dulu bahwa kata “kaya”yang kita maksudkan di artikel ini adalah terkait dengan harta atau keuangan ya teman-teman.

Ada pepatah dulu yang mengatakan “Hemat pangkal kaya”. Benarkah demikian? Apakah hanya dengan berhemat saja kita bisa kaya? Apalagi dengan perkembangan jaman sekarang, jenis kebutuhan juga semakin berkembang, seolah semuanya dituntut harus dipenuhi. Boro-boro berhemat, sisa selembar duit merah di dompet saja udah sukur, kata si Fery Baraccuda, teman saya yang baik hati dan suka menabung…hehe…hehehe.

Peribahasa itu sebenarnya tidak salah, tapi kita jangan menanggapinya secara harfiah saja ya teman-teman, tapi kita harus bisa paham dengan maknanya. Dan yang paling penting harus menjadi prinsip dasar bagi kita dalam mengatur pundi-pundi keuangan.



Sebenarnya kalau mau jujur, tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya. Kecuali anda mendapat rejeki durian runtuh, dapat warisan om Bill gates misalnya, dapat harta karun dari zaman Firaun, atau tembus nomor togel 4 angka kali seratus ribu lembar…hahaha…becanda. Apapun yang anda lakukan dalam mengejar kekayaan jangan sekali-kali melalui judi dan perbuatan-perbuatan aneh-aneh ya teman-teman. Harus dengan usaha gigih, efektif dan dengan prinsip-prinsip positif. Apa saja itu? Mari kita bahas.

 

1. Menambah penghasilan
Perkembangan jaman tidak hanya mengakibatkan jenis kebutuhan semakin banyak akan tetapi sebaliknya juga melahirkan potensi-potensi baru dalam menambah penghasilan. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi internet, yang seolah semakin mempersempit batasan jarak dan waktu. Tinggal kita melihat potensi apa di sekeliling kita yang dapat kita jadikan sebagai sumber penghasilan tambahan.

Contohnya bisa melalui jualan online, atau menjadi tenaga freelance melalui internet, dan sebagainya. Apapun pilihan brosis, jangan pernah lupa dengan sumber penghasilan utama. Jangan hanya karena ingin menambah penghasilan sumber penghasilan utama menjadi terbengkalai.

2. Memenuhi kebutuhan jangan mengejar gengsi
Kadang kita semakin sulit untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Seolah semuanya penting dan menuntut untuk dipenuhi. Kalau mau cepat kaya jangan dibiasakan ya brosis. Dalam manajemen keuangan ada namanya istilah skala prioritas kebutuhan. Dimana kita harus mendahulukan kebutuhan yang paling penting sesuai dengan fungsi dan manfaat yang kita dapatkan.

Contoh, ketika kita dihadapkan dengan pilihan antara investasi atau beli laptop apel kegigit yang harganya dua digit itu. Sepintas lebih “looks cool” kalau kita punya laptop apel kegigit, bisa dipamerkan dan stereotip horang kayah pun cepat didapatkan, betul ngga…hahahaha.

Dibandingkan dengan bawa sertifikat deposito atau batangan logam mulia kemana-mana pasti ga “looks cool” banget ya kan…hihihi. Tetapi, ketika brosis mengejar pengakuan “looks cool”, artinya mengejar yang namanya gengsi, itu sudah merupakan kegagalan dalam upaya cara cepat kaya yang kita bahas ini.

Kenapa? Nilai uang itu direfleksikan dalam satuan harga/nilai barang. Nilai barang ini nantinya bisa naik dan bisa juga turun. Bandingkan antara nilai investasi dalam deposito atau logam mulia yang akan semakin naik dengan nilai laptop apel kegigit yang akan semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan adalah sesuatu yang wajib dipahami dan lakukan. Artikel Cara Mengatur Keuangan Bulanan? mungkin bisa membantu brosis.

 

3. Berhutang produktif
Apa pula ini? Berhutang tapi kok produktif. Makin aneh-aneh saja…hahaha. Begini brosis, hutang itu bisa dikategorikan menjadi hutang konsumtif dan hutang produktif. Saat kita mengajukan KPR untuk kepemilikan rumah itu digolongkan sebagai hutang produktif, karena rumah akan semakin naik nilainya seiring dengan waktu.

Saat kita kredit ponsel pintar seharga dua digit demi “looks cool”, itu digolongkan sebagai hutang konsumtif, karena hanya untuk memenuhi konsumsi kita saja, nilai ponsel pinpinbo nya akan semakin menurun seiring dengan pergantian kalender.

Tapi hutang konsumtif ini bisa kita ubah menjadi hutang produktif juga sih. Contohnya kalau kita menggunakan ponsel pinpinbo kita buat jualan online, dan menghasilkan pendapatan yang dapat menutup cicilan ponsel tersebut. Sebelumnya Hutang produktif dan hutang konsumtif ini sudah pernah kita bahas dalam artikel Hutang anda konsumtif atau produktif?

 

4. Berinvestasi bukan menabung
Menyimpan uang dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama dalam tabungan adalah tidak efektif. Sebenarnya tujuan kita menabung selain faktor keamanan adalah faktor pertumbuhan dari uang itu sendiri.

Menginvestasikan uang tersebut ke dalam berbagai bentuk investasi, seperti properti, logam mulia, instrumen keuangan seperti deposito dan danareksa, akan jauh lebih efektif dan menguntungkan, karena tingkat pertumbuhan yang diharapkan akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan dalam bentuk tabungan.

 

5. Kreatifitas dan inovatif
Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang member kesempatan individu untuk menciptakan ide2 asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang” (Widyatun,1999).

Inovatif yaitu Kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru.
Kenapa kreatif dan inovatif termasuk dalam salah satu cara cepat kaya? Begini brosis, dengan kreatif dan inovatif harapannya kita memiliki nilai tambah, sebagai pembeda dari orang lain. Nilai tambah ini dapat kita gunakan dalam upaya kita mencapai tujuan kita, yaitu cepat kaya.

Menciptakan sesuatu yang berguna bagi orang banyak, apalagi sesuatu yang benar-benar baru, akan menjadi sangat menguntungkan. Kita bisa lihat contoh-contoh orang kreatif dan inovatif seperti Bill Gates, Steve Job, Mark Zuckerberg, dan banyak orang lainnya, yang dengan inovasi dan kreativitasnya menempatkan mereka menjadi orang-orang terkaya di dunia. Tapi kreatifitas dan inovasi tidak muncul begitu saja, lahir dari semangat untuk belajar yang pantang menyerah tentunya.

Brosis, kekayaan itu sebenarnya bukan tujuan, tetapi hanya sebagian pencapaian atas usaha yang sudah kita jalani dan perjuangkan. Usaha yang efektif dan pantang menyerah adalah kuncinya. 5 poin di atas mungkin akan dapat membantu dalam upaya brosis dalam usaha tersebut.

Dan apapun pencapaian yang sudah brosis sudah capai jangan lupa untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan orang lain. Jangan lupa pula untuk share artikel ini melalui tombol share dibawah ini.