Keuntungan Menggunakan 5S

Image parts from Vecteezy




apcrit.com  “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

Kali ini kita mencoba untuk membahas tentang 5S. Apa sih itu 5S, kok seperti tipe handphone ya..hehehe.

Buat brosis yang aktivitas sehari-harinyanya di lingkungan tentunya sudah tidak asing dengan istilah 5S ini bukan.  5S adalah suatu metode untuk penataan dan pemeliharaan wilayah kerja untuk mencapai dan memelihara ketertiban, efisiensi dan disiplin di dalam lingkungan kerja.  Dengan menerapkan 5S ini target inti manajemen sebenarnya adalah meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Bisa dibayangkan apabila lingkungan kerja kita semrawut atau tidak teratur. Layout wilayah yang didesain asal-asalan, isi gudang yang tidak beraturan, arus mobilitas dan barang yang semrawut tidak beraturan. Ditambah lagi dengan pola kerja karyawan yang seolah seenaknya saja.



Kalau ini yang terjadi, sebagian atau keseluruhan, akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dari manajemen dan perusahaan. Kaitannya dengan quote dari Sun Tzu di atas adalah, bahwa ketidak teraturan akan menyembunyikan permasalahan sebenarnya.

Dalam era persaingan usaha yang semakin ketat ini, manajemen dituntut untuk mengenal dan menggali semua kelebihan dan kekurangan sistem yang ada dalam perusahaan supaya dapat menghasilkan dan menjual suatu produk secara bersaing dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Jika hal di atas yang terjadi, manajemen akan kesusahan dalam menilai kekurangan dan kelebihan dari keselurahan sistem kerja yang berakibat pada kesulitan untuk mencapai daya saing.

Para manajemen perusahaan di Jepang, sebagai pencetus pertama dan pionir dari metode 5S ini, sangat menyadari akan permasalahan di atas. Tergerak dengan kondisi tersebut mereka mendesain suatu metode yang dikenal dengan 5S. Inisial “S” ini adalah singkatan dari 5 kata yaitu:

  1. Seiri, dalam bahasa Indonesia disebut Ringkas, yaitu upaya untuk menciptakan kesederhanaan lingkungan kerja dengan cara memilah-milah barang yang digunakan dalam aktivitas kerja. Barang-barang yang tidak diperlukan akan disingkirkan, sehingga hanya barang yang benar-benar dibutuhkan yang ada dalam suatu lokasi kerja. Bisa dibayangkan apabila di bagian produksi bahan baku dan barang jadi bertumpuk tidak teratur. Demikian juga di gudang, barang rusak dan yang masih dalam kondisi bagus masih bertumpuk tidak ada pemisahan yang jelas.
  2. Seiton, dalam bahasa Indonesia disebut Rapi, segala sesuatu diatur seusai dengan alur yang sudah ditetapkan. Contohnya penataan layout mesin-mesin produksi sesuai dengan alur produksinya. Penataan posisi gudang dengan posisi bagian produksi. Dengan mendesain alur yang baik diharapkan akan mendukung terhadap pencapaian efisiensi kerja.
  3. Seiso, dalam bahasa Indonesia disebut Resik, lingkungan kerja harus bersih dan terawat, baik peralatan maupun daerah kerja. Terutama terhadap semua peralatan kerja, membersihkan dan merawat secara berkala diharapkan meminimalkan kerusakan atau gangguan peralatan kerja tersebut.
  4. Seiketsu, dalam bahasa Indonesia Rawat, menjadikan proses sebelumnya yaitu Seiri, Seiton dan Seiso, menjadi suatu standard yang berkesinambungan dalam lingkungan kerja. Berlaku bagi semua, manajemen maupun karyawan. Pergantian manajemen atau karyawan tidak berpengaruh terhadap pelaksanaannya.
  5. Shitsuke, dalam bahasa Indonesia Rajin, kedisiplinan dalam menerapkan semua proses dalam 5S, dan juga menjadikannya sebagai suatu etika kerja sehari-hari.

Kelima tahap ini harus dilaksanakan bertahap sesuai dengan urutannya. Jika tahap sebelumnya belum dapat dilaksanakan secara maksimal, maka pencapaian atas tahap berikutnya juga tidak akan maksimal. Penerapan 5S di Jepang dilakukan dengan filsafat Kaizen, yaitu bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.

Metode ini terbukti berhasil dalam mendorong efisiensi dan efektifitas dalam lingkungan kerja. Toyota, salah satu perusahaan Jepang yang sukses menerapkan dan menyebarluaskan sistem 5S dengan filsafat Kaizen. Metode ini sudah diadopsi di banyak negara termasuk di Indonesia juga. Di Indonesia disebut dengan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Di Inggris dikenal dengan istilah 5S juga (Sort, Set in order, Shine, Standarized, Sustain)

Keuntungan Menggunakan 5s

Metode 5S ini walaupun tidak sulit untuk dipahami akan tetapi dalam pelaksanaannya adalah sulit. Tantangannya adalah bagaimana untuk menjadikan metode ini menjadi suatu kebiasaan dalam suatu lingkungan kerja. Bukan hanya sebagai semboyan saja. Dengan begitu diharapkan inisiatif perbaikan secara terus menerus sebagai upaya penyempurnaan akan muncul dengan sendirinya.

Metode 5S ini adalah sesuatu yang sangat baik  dan dapat diaplikasikan juga dalam keseharian kita di luar lingkup pekerjaan. Metode 5S ini dapat menjadi panduan buat  kita dalam usaha membangun pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

Semoga artikel ini berguna buat brosis seperti juga buat kami penulis.

Sumber:

eriskusnadi.wordpress.com