10 Cara Untuk Mencintai



6. Perduli tanpa berpura-pura
Ketika kita membutuhkan pendapat dari orang lain, umumnya kita senang apabila pendapat mereka sesuai dengan apa yang kita inginkan, sebaliknya kita bisa jengkel dan menentang ketika pendapat mereka bertolak belakang dengan apa yang kita ingin dengarkan.

Sahabat yang baik adalah yang berani untuk mengatakan tidak walaupun dia tahu itu akan menyakitkan dari pada mengatakan iya tetapi menjerumuskan.

Karena sahabat yang baik akan berbicara dan berpendapat berdasarkan cinta, tidak hanya memikirkan kenyamanan dalam berteman.

7. Menikmati tanpa mengeluh
Dalam hidup tidak ada yang sempurna. Kadang selalu saja ada kekurangan yang mengganggu kesenangan yang sedang nikmati.

Saat kita sedang menikmati liburan terganggu dengan cuaca buruk yang tiba-tiba saja muncul. Saat kita sedang konsentrasi mengerjakan pekerjaan rutin, diminta atasan untuk membantu menyelesaikan kerjaannya.

Umumnya kita akan mengeluh ketika dihadapkan dengan situasi seperti itu. Keterpaksaan akibat ketidakberdayaan akan melahirkan keluhan.

Akan tetapi kita harus menyadari bahwa mengeluh tidak berguna hanya akan menghabiskan energi dan mengganggu ketentraman jiwa kita.

Sebaliknya apabila kita mampu menyikapi segala situasi/kondisi dengan cinta dan kerelaan, semuanya akan menjadi menyenangkan. Tidak akan ada lagi keluhan.

8. Percaya tanpa rasa ragu
Percaya artinya mengakui dan meyakini sesuatu yang kita anggap benar.

Ketika kita percaya berarti kita sudah merelakan keyakinan kita seutuhnya kepada sesuatu yang kita anggap benar. Percaya kepada Tuhan, percaya kepada pasangan atau percaya kepada teman, semua harus dimaknai dalam kata percaya secara seutuhnya, artinya tidak terbersit keraguan dalam rasa percaya tersebut.

Salah satu pondasi yang membangun cinta adalah rasa percaya. Kita akan dapat mencintai ketika kita sudah memiliki rasa percaya tanpa rasa ragu. Akan sulit untuk mencintai ketika masih ada keraguan di hati.

9. Memaafkan tanpa menghukum
Ketika memaafkan kesalahan seseorang kadang terbersit rasa tidak puas.

Ketika rasa tidak puas ini mengumpul dan selalu terbawa, akan meledak ketika orang tersebut kembali melakukan kesalahan kepada kita, dan akhirnya kita akan menggunakannya untuk menghukum orang tersebut.

Ini bukanlah memaafkan dalam konteks yang sebenarnya, karena dengan memaafkan kita harusnya sudah melupakan dan mengiklaskan semua beban akibat perbuatan dari orang tersebut. Dengan cinta kita akan dapat mengiklaskan dan melupakan semua beban tersebut.

Dengan cinta kita dapat memaafkan.

10. Berjanji tanpa melupakan
Janji adalah beban, sebab tuntutan atas janji adalah pemenuhan.

Tidaklah elok apabila kita sudah menjanjikan sesuatu ke orang lain akan tetapi dengan gampangnya pula kita bilang bahwa kita lupa dengan janji tersebut.

Akan tetapi janji yang didasari dengan cinta adalah janji yang disemangati dengan rasa kasih, tuntutan untuk pemenuhan atas janji tersebut tidaklah akan menjadi beban, melainkan menjadi suatu kesenangan untuk memenuhinya.

Oleh karena itu, kita jangan sembarangan mengumbar janji ke orang lain apalagi kita sadar sulit untuk memenuhinya. Janji yang tidak terpenuhi bisa menyebabkan sakit hati atau pengharapan yang tidak berkesudahan.