9 Pelajaran Hidup yang Penting



5. Banyak uang bukan jaminan hidup bahagia.
Uang adalah godaaan terbesar dalam hidup manusia. Karena dengan uang hampir semua kenikmatan dunia ini bisa dibeli. Tidak heran bahwa sebagian orang menganggap dengan memiliki uang banyak akan memiliki kebahagiaan juga.

Kesenangan sih iya, tapi kebahagiaan belum tentu. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya dalam artikel Mencapai Kebahagiaan Bukan Mengejar Kebahagiaan. Memiliki banyak uang juga belum tentu bahagia, bahagimana kalau uang yang kita miliki malah sebaliknya menjadi beban dalam hidup?

 

6. Komunikasi adalah kunci pergaulan yang sukses.
Dalam hidup setiap manusia akan selalu berkomunikasi. Di manapun lingkungan yang sedang dia tempati atau dengan siapapun orang yang kita hadapi, akan selalu membutuhkan komunikasi. Cara kita berkomunikasi, keahlian kita dalam berkomunikasi, juga penting dan menentukan.

Karena pastinya akan berbeda-beda tergantung di lingkungan mana kita berada, cara berkomunikasi di kantor dan di rumah contohnya. Dalam keluarga, komunikasi adalah salah satu pilar utama untuk mencapai kelanggengan dan kesuksesan berkeluarga yang kita idamkan. Dengan komunikasi yang baik akan terjalin rasa saling percaya dan bahu membahu yang dibutuhkan dalam memperkuat pondasi keluarga.

Demikian juga di lingkungan lain, seperti di kantor atau dengan relasi usaha, maupun di lingkungan pendidikan, komunikasi yang baik dan positif adalah salah satu penunjang untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Belajar bagaimana untuk berkomunikasi yang baik dan selalu mengutamakan komunikasi yang positif adalah kuncinya.

 

7. Belajar untuk fleksibel.
Kebiasaan kita adalah, ketika sudah berhasil dengan satu cara, maka kita cenderung untuk mengulang cara tersebut. Padahal situasi atau kondisi yang dihadapi belum tentu sama. Seiring dengan bergulirnya waktu, kehidupanpun akan semakin berkembang.

Banyak kemudahan dan hal-hal positif yang lahir dari perkembangan ini. Hidup dalam jaman sekarang ini dan waktu yang akan datang juga, menuntut kita untuk dapat selalu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan kehidupan. Akan tetapi tidak semua yang harus kita adaptasikan dalam hidup kita. Ambil yang postif, jauhi yang negatif.

Etika dan norma yang kita anut boleh menjadi panduan bagi kita dalam beradaptasi.

 

8. Jauhi orang-orang berbisa.
Ada tertulis bahwa kita harus bersekutu dengan orang-orang saleh. Saleh dalam artian, orang-orang yang beriman, yang imannya tercermin dalam sikap hidupnya. Mereka memandang kehidupan dalam artian yang sebenarnya. Bukan sebagai masa untuk merengkuh kenikmatan dan kesenangan sebanyak-banyaknya selagi masih hidup.

Orang-orang saleh ini kaya dengan pemikiran-pemikiran positif dan membangun, harapannya kita akan belajar banyak mengenai hal-hal tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan kita sendiri. Dengan demikian kita bisa menemukan makna kehidupan kita dan bisa berguna bagi orang lain.

Sebaliknya orang-orang yang beracun, penuh dengan pengaruh-pengaruh tipu muslihat, kedengkian dan benih kejahatan lainnya. Orang-orang seperti ini hanya akan membawa pengaruh negatif dalam hidup kita.

Mempengaruhi kita untuk mencapai sukses dengan cara instan tetapi ilegal. Mempengaruhi kita untuk mengejar kenikmatan hidup dan mengesampingkan keluarga, dan lainnya. Jangan pernah memberi angin dan kesempatan kepada orang-orang seperti ini, karena hanya akan menyeret brosis ke dalam kubangan masalah.

 

9. Memberi akan membuat brosis bahagia.
Pernahkah brosis mengalami sensasi dalam diri brosis saat orang lain tersenyum senang atas kemurahan hati brosis. Senyum yang tulus dan rasa bersyukur yang terpancar dari mata mereka pastinya akan memberi kebahagiaan yang bahkan lebih besar dalam hati brosis bukan? Disitulah kenikmatan dalam memberi.

Akan tetapi, memberi juga ada aturannya, kita juga dituntut untuk dapat berhikmat dalam menolong orang lain, supaya segala kemurahan kita bisa tepat sasaran, berguna dan berbuah buat orang yang kita tolong. Jangan menjadi sapi perahan dari orang-orang yang hidup hanya dengan mengandalkan belas kasih orang lain, tanpa mau melakukan usaha.