Bagaimana Proses Timbulnya Stres Dan Apa Pengaruhnya Terhadap Tubuh




apcrit.com Stres adalah suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu (Sarafino, 2006). Menurut Hans Selye defenisi stres adalah ketika respon tubuh tidak spesifik terhadap suatu tuntuntan/kondisi ligkungan. Jadi stres bukan berarti tekanan pada saraf, seperti persepsi banyak orang selama ini, melainkan terkait dengan tekanan terhadap tubuh secara menyeluruh. Stres menunjukkan efek dari respon tubuh terhadap suatu tuntutan respon.

Stres dapat dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:
1. Eustress, stres yang bersifat sehat, positif dan membangun. Sering dikaitkan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.
2. Distress, stres yang bersifat tidak sehat, negatif dan destruktif. Sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, penurunan ketahanan tubuh, dan kematian.
Stresor, atau penyebab stres, bisa bersifat jasmani, sosial atau kejiwaaan. Pikiran kita menafsirkannya suatu kondisi/lingkungan sebagai sesuatu yang menyenangkan atau tidak.

Rotating brain colored Kemudian otak kita merespon hasil penafsiran tersebut dan mendistribusikannya melalui dua jalur.
1. Jalur sistem saraf tidak sadar (otonom), berkaitan dengan reflek fisik dan emosi.
2. Jalur sistem saraf sadar, berkaitan dengan gerakan-gerakan tubuh yang disengaja, membentuk persepsi, evaluasi dan pengambilan keputusan.

Jalur sistem saraf sadar berhadapan langsung dengan kondisi/lingkungan, membuat tubuh kita mawas dengan tuntutan respon terkait dengan kondisi/lingkungan sekitar. Sebagaimana dia merasakannya begitulah dia menafsirkannya, dengan dasar pengalaman kita di masa lalu, sistem nilai yang kita anut, konsep diri, kekuatan ego, dan perasaan kita. Kemudian emosi biasanya muncul pada gilirannya, mewarnai penafsiran kita.

 

Bersambung ke halaman 2