Cara Menghilangkan dan Mengatasi Stres Penyesuaian




apcrit.com Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya dalam artikel Pengaruh Peristiwa Hidup Terhadap Stres dan Kesehatan bagaimana suatu peristiwa besar dalam hidup dipetakan dan diberi bobot nilai tertentu (Satuan Perubahan Hidup). Rentetan peristiwa dalam hidup kita kita juga berarti terkumpulnya akumulasi  SPH.

Berdasarkan studi kasus yang sudah dilakukan terkait dengan SPH tersebut, membuktikan pengaruh dari peristiwa besar dalam hidup dengan stres dan penyakit atau gangguan fungsi tubuh sebagai efek negatif dari stres penyesuaian yang terjadi.

Sebenarnya upaya pemetaan ini sangat berguna, dan merupakan suatu strategi  dalam menangani  stres penyesuaian, karena kita bisa mendeteksi stres lebih dini dan dapat melakukan upaya dalam menanganinya sebelum berkembang menjadi sesuatu yang lebih merugikan.

Akan tetapi namanya hidup, peristiwa-peristiwa hidup akan selalu datang seiring dengan waktu, yang membuat kita senang ataupun yang membuat kita  susah.  Datang tanpa mengenal waktu atau kondisi. Kita tidak dapat menghindari dari peristiwa-peristiwa ini, sebaliknya, kita yang harus dapat untuk menghadapi dan beradaptasi dengan peristiwa-peristiwa hidup tersebut.

Di dalam tubuh kita, ada energi penyesuaian yang akan bekerja  untuk menyelaraskan keseimbangan dalam tubuh dengan perubahan kondisi atau situasi yang kita hadapi. Tetapi, energi penyesuaian ini adalah terbatas jumlahnya, sehingga kita juga dituntut untuk melakukan upaya penghematan terhadap energi ini  dengan cara menghindari atau memodifikasi stres penyesuaian.



Terkait dengan hal tersebut, ada 5 (lima) langkah yang bisa kita lakukan. Antara lain:
1.    Menerima kenyataan
Peristiwa-peristiwa hidup kita sangatlah beragam. Ada yang menyenangkan dan ada juga yang menyusahkan. Dalam menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan, kita dituntut untuk menghadapi dan menerimanya, tidak perduli betapa berat kenyataan yang kita hadapi. Semakin cepat kita bisa menerima adalah semakin baik.

Di sinilah kita membutuhkan iman dan pengharapan, kesabaran dan semangat juga. Di samping itu faktor dari luar juga berpengaruh. Kepedulian, kasih sayang, perhatian dan pengertian dari orang –orang di sekeliling kita, akan sangat membantu.

Orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan biasanya akan melakukan upaya-upaya negatif dalam upaya menghindari kenyataan. Minum-minuman keras, menggunakan obat-obat terlarang, semua itu hanya untuk menimbulkan rasa tenang semu dalam dirinya. Hal ini bukanlah solusi, malah akan semakin memperburuk situasi.

2.    Menentukan tujuan dan prioritas
Kadang, penyesuaian-penyesuaian yang kita butuhkan dan lakukan dalam rangka menyikapi peristiwa hidup membawa kita kedalam posisi gamang, bingung dan bahkan putus asa. Tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan berikutnya, kemana harus mengadu atau minta tolong.

Dalam kondisi seperti ini kita dituntut untuk dapat menegaskan kembali ke diri kita apa tujuan dan prioritas hidup kita. Apa sebenarnya yang ingin kita capai, baik dalam pekerjaan ataupun hidup. Bagaimana cara mencapai tujuan-tujuan tersebut, berapa lama dibutuhkan untuk mencapainya.

Menentukan tujuan hidup juga ada syarat-syaratnya juga. Supaya tujuan hidup kita tidak melampaui batas kemampuan kita sendiri, yang bisa menyebabkan permasalahan tersendiri.  Tujuan hidup itu harus:
•    Spesifik
•    Berhubungan
•    Memungkinkan untuk dicapai
•    Terukur
Terkait dengan prioritas, kita harus mampu untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi kita dan juga dengan sumber daya yang kita miliki dan kesempatan yang kita peroleh.

3.    Komitmen
Apapun tujuan atau prioritas yang sudah kita tentukan sebelumnya, membutuhkan suatu komitmen. Dengan adanya komitmen akan membuat kita tegas bertindak dan melangkah maju menuju suatu arahan yang pasti. Hal ini akan menambah makna hidup kita.

4.    Istirahat sejenak.
Kadang peristiwa-peristiwa hidup kita terjadi tanpa mengenal waktu. Kita juga tidak punya kemampuan dalam mengatur hal tersebut , hal itu sudah di luar kemampuan kita. Buat orang-orang dengan satuan SPH >300 (di atas 300) selama 12 bulan terakhir, sangat disarankan untuk berhenti sejenak. Istirahat. Mungkin rencana-rencana besar yang sudah disusun harus ditunda dulu.

Hindarkan dahulu peristiwa-peristiwa berat.  Istirahat dan bersantai. Sebuah “time out” atau “istirahat sejenak” diharapkan dapat menciptakan pandangan dan tenaga yang baru dalam diri yang bersangkutan, yang selanjutnya dapat digunakan dalam langkah-langkah penyesuaian baru.

5.    Hiduplah dari hari ke hari.
Jangan khawatir dengan hari esok, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Masa lalu harusnya hanya sebagai pelajaran dan pengalaman. Fokus menghadapi hari esok dengan pemikiran yang positif.

Sumber :
Anda Sanggup Menghadapi Stres, Dr Armand T. Fabella, Indonesia Publishing House, 1993