Dasar Pemikiran Menjadi Sosok Seorang Pemimpin

Image parts from Vecteezy




apcrit.com Pernahkah kamu dihadapi pada keputusan untuk dijadikan menjadi pemimpin?

Biasanya kata pemimpin sering di hubungkan dengan seseorang yang mampu mengatur ataupun merencanakan suatu rancangan yang telah disusun secara baik sesuai dengan kebutuhan kelompoknya.

Tapi ada kalanya ketika rencana telah disusun tidak berjalan dengan semestinya dan akhirnya membutuhkan improfisasi yang cepat tepat dan akurat. Sebagai seorang pemimpin, kamu harus memiliki kemampuan lebih agar dapat mengambil keputusan yang baik dan berguna / menguntungkan bagi kelompok yang kamu pimpin.



Latar belakang pendidikan dan informasi yang lebih baik, dapat memajukan kemampuan seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Walau terkadang keinginan menjadi seorang pemimpin itu tidak dapat diprediksi, ada kalanya tawaran itu datang secara tiba tiba dikarenakan kemampuan, keinginan sendiri, tak ada orang lain yang mau  ataupun pengalaman kamu yang dilihat mampu menjadi seorang pemimpin.

Beberapa fenomena misterius yang sering dijumpai pada kenyataan menunjukkan beberapa orang memiliki kemampuan untuk dapat mempengaruhi orang lain, hal ini sering kita lihat dalam pada kelompok yang memiliki keadaan dan kebudayaan yang sama. Biasanya hal ini terjadi saat pendekatan yang dilakukan pada sifat dan watak pembawaan seorang pemimpin, padahal nantinya itu tidak menjamin menjadi pemimpin yang baik.

Dalam contoh kasus sering dijumpai pendapat “kamu tidak dilahirkan menjadi seorang pemimpin”. Pendapat seperti ini dapat ditafsirkan bahwa seorang pemimpin dilahirkan dan bukan dipilih untuk kemudian dilatih menjadi sebagai pemimpin.

Kamu harus memiliki perawakan yang tinggi dan tegap untuk menjadi seorang pemimpin? Coba cari informasi ciri para pemimpin yang dikenal dalam sejarah, kamu akan menemukan sosok seorang De Gaulle memiliki perawakan tinggi tetapi sangat berbeda dengan perawakan sosok seorang Napoleon bertubuh pendek.

Para ahli Akademi Sosial yang dituliskan dalam buku John Adair menyatakan bahwa pendapat tersebut terbukti salah. Adapun pernyataan mereka mengatakan hal itu salah yaitu sebagai berikut:

1. Tidak ditemukannya bahan yang berarti dan dapat dibuktikan secara ilmiah,
Hal ini terbukti dari ahli sejarah memiliki banyak bahan untuk mengajarkan kepemimpinan kepada kita, sebagai ilmu sosial.
2. Pendapat yang berharga atau dugaan yang tersembunyi hanya suatu cerita,
Dimana ahli ahli sosial cenderung menganggap bahwa semua orang memiliki derajat yang sama dan mereka tidak menyukai ide yang menyatakan bahwa seorang mungkin memiliki pembawaan super.

Tetapi para ahli Akademi Sosial mengakui ciri-ciri seorang pemimpin cenderung memiliki dan menunjukkan keteladanan, hal ini diharapkan dan dibutuhkan oleh kelompok kerja mereka.

Keberanian tidak dapat membuat kamu menjadi seorang pemimpin suatu daerah namun kamu harus memiliki kemampuan tersebut.

Seorang wakil suatu kelompok harus dapat menunjukkan sifat-sifat seorang ahli dalam kelompoknya supaya dihormati kelompok. Jadi untuk menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki banyak kemampuan yang lebih terutama harus dapat mencerminkan sifat sifat kelompoknya.

Jadi hal yang perlu kamu ingat dan perhatikan bahwa semua pasti setuju apabila seorang pemimpin harus memiliki pribadi berdasarkan pikiran yang sehat, agar memiliki semangat untuk menjadi pemimpin sejati.

Seorang pemimpin harus memiliki karakter yang tercermin pada pribadi dan penampilan kamu, biasanya menunjukkan sejumlah kekuatan ataupun kelemahan.

Oleh karena itu bila kamu ingin menjadi seorang pemimpin sejati harus memiliki kepribadian, karakter dan cara pandang lebih baik agar dapat memimpin, berimprovisasi ataupun mengambil keputusan tepat guna untuk menuju keberhasilan yang ingin dicapai bersama sama dengan kelompokmu.

Good luck…….. jadilah Pemimpin Sejati…………

Sumber

John Adair, 1993, Kepemimpinan Yang Efektif , Semarang, Penerbit Dahara Prize