Desain Rumah Industrial




apcrit.com Bila kamu ingin menampilkan nuansa huniannya tampil “kasar” dan maskulin pada hunian kamu, maka gaya industrial menjadi pilihan tepat yang bisa kamu terapkan, dimana semua hal membutuhkan keberanian. Walaupun tidak terlalu umum bagi sebagian orang, tetapi bisa jadi kamu telah sering melihatnya karena gaya ini sering diterapkan pada kafe, restoran, kantor, ataupun kediaman pribadi. Gaya industrial ini menghasilkan tampilan yang rustic dan unfinished, tetapi kesan keseluruhan ruangan akan menjadi terlihat unik dan berbeda.

Desain rumah industrial merupakan seni terapan di mana estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) disempurnakan. Desain rumah industrial merupakan kreasi tentang bentuk, komposisi garis, warna maupun gabungannya. Dimana kesan estetis dipakai menghasilkan barang, produk, kerajinan tangan ataupun komoditas industri. Desain rumah industri menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Material biasa memakai bahan daur ulang, industri kaca, besi dan alumunium, lalu diolah menjadi elemen tata ruang yang menarik. Untuk memahami desain industrial ada baiknya kita ulas sedikit tentang sejarah desain rumah industrial.

Sejarah
Gaya arsitektur industrial diawali dengan merambahnya desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik tidak lagi digunakan. Awal mula konsep industrial ini muncul di kalangan masyarakat yang ingin memanfaatkan bangunan lama agar tidak terbengkalai, bangunan ditata ulang. Untuk itu dilakukanlah penyesuaian agar bangunan lama/gedung bisa dijadikan tempat hunian layak dan nyaman, memfungsikannya menjadi kantor, studio kreatif, sampai rumah tinggal. Beberapa desainer awal tahun 2000-an mengembangkan desain dengan beberapa penyesuaian, dimana karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.

Perkembangan desain interior industrial di Indonesia sering ditemukan di kota besar  Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung ditemuin kafe dan resto bernuansa industrial. Dan baru 4 tahun belakangan ini mulai dilirik orang. Walaupun tidak menggunakan bangunan bekas pabrik, yang jelas prinsip dasar desain sesuai elemen desain industrial dibawa ketika mendesain bangunan, keseluruhan ataupun hanya interior.

Desain rumah industrial memberi kamu kesempatan menyandingkan dan memadukan material struktural mentah dengan halus, nantinya akan terlihat sangat ramping serta modern dengan aksen vintage yang terasa kuat. Dimana desain dibuat dengan mencampurkan warna dan corak tanpa aturan yang pasti. Untuk memerlihatkan kecerdikan teknik dan mekanik yang memadai, ruangan didesain dengan nuansa yang mampu menciptakan drama dengan material tampilan kontras lapisan logam, meja, plus tambahan perabotan rustic dan unfinished.

Desain rumah industrial adalah mengenai ekspos dimana memiliki ciri khas tersendiri, dengan menggunakan material cenderung kasar antara lain logam, baja dan elemen struktural balok lantai sengaja diekspos menunjukkan karakter dan menampilkan nuansa berkaitan dunia industri. Serta didesain fungsional dengan latar belakang penggunaan teknik yang kuat. Memperlihatkan tampilan seolah setengah jadi, desain belum selesai, tetapi tampak sangat edgy dan kohesif. Struktur bangunan seperti instalasi kabel listrik, susunan batubata, pipa paralon ataupun besi penahan ornamen tiang-tiang penyangga bangunan.



Elemen struktur tersebut dikembangkan sehingga mampu menciptakan keindahan unik dan berbeda. Penggunaan elemen material berbahan dasar metal, alumunium, dan stainless berwarna emas, kilat ataupun tembaga dibiarkan layaknya material asli, lantai semen beton ataupun terakota diterapkan untuk memberi kesan kuat, dan susunan dinding bata dicat dengan warna cerah putih atau warna teduh abu-abu, bahan kayu biasanya tidak dicat hanya dipolitur mengantisipasi rayap, akan didesain sedemikian rupa agar mendapat kesan unfinished, namun ada juga material difinishing menonjolkan bentuk dan tekstur alaminya. Saat ini penggunaan elemen desain industrial sudah mulai diadaptasi serta direkomendasikan untuk bangunan residensial, dimana tampilan akhirnya adalah suasana misterius dan sedikit keras tapi tetap cozy.

Salah satu perubahan desain yang dilakukan desain rumah industrial yaitu pada atap ataupun langit-langit. Visualisasi desain industrial yang dilakukan ketegasan perubahan langit terbuka memerlihatkan elemen struktural menjadi salah satu fitur yang sangat menonjol, menunjukan ide sebuah ruang terlihat sangat atraktif. Penggarapan instalasi pipa pada langit-langit akan memperlihatkan dimensi visual yang khas serta unik menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa dasar-dasar dan ciri-ciri desain rumah industrial yang harus benar-benar kamu kenali dan pahami:

1. Pipa, Balok dan Langit-langit Terbuka
Desain rumah industrial selalu menggunakan elemen struktural dan mekanik terbuka menjadi satu langkah paling berani, sangat unik dan menarik dalam penataan desain rumah industrial. Seperti kabel, pipa-pipa atau saluran, dan balok-balok, pemanfaatan kehadiran unsur tersebut dapat menciptakan kesan raw dan unfinished serta dapat menjadi aksen tersendiri untuk menghadirkan kontras warna pada keseluruhan dalam ruang.

2. Perpaduan kayu dan Logam/Metal
Desain rumah industrial menyatukan tekstur kayu dengan permukaan kasar dan metal atau logam berkilau, sedikit berwarna hitam, warna emas atau tembaga. Kamu akan menemukan perpaduan logam dan kayu akan memberi dampak tidak terduga dalam setiap ruang. Seperti misalnya kesan krom kaki meja dan kekhasan kayu rustic akan menampilkan visualisai suasana dan nuansa unik serta atraktif pada perabotan industrial Kamu.

3. Pilihan Warna
Desain rumah industrial menggunakan warna sama seperti aslinya atau dicat dengan warna sama agar terlihat monokrom, menggunakan warna hangat dan netral yang tegas, sehingga warna yang mendominasi ialah, cokelat, abu-abu, putih, atau gradasi dari warna-warna tersebut. Untuk mendapatkan warna-warna itu sendiri agar hadir dalam desain rumah industrial kamu, dapat dipilih melalui pilihan material dan furnitur yang digunakan.

4. Dinding
Desain rumah industrial menggunakan dua pilihan desain dinding yang sesuai yaitu dinding unfinished dimana memaksimalkan kondisi material yang digunakan serta dinding bata ekspos perlu menggunakan batubata khusus yang mempunyai tingkat presisi sangat tinggi. Jika kamu ingin desain industrial modern gunakan dinding unfinished dan jika kamu membuat nuansa industrialis tradisional gunakan dinding bata. Desain dinding yang telah kamu pilih akan terlihat menarik bila menempatkan aksesori yang bernilai seni tinggi tetapi sesuai dengan tampilannya.

5. Lantai
Desain rumah industrial untuk lantainya harus memperhatikan aspek pemilihan corak lantainya karena semua banyak jenis lantai yang sesuai baik lantai keramik, teraso, marmer, atau semen sekalipun sesuai dipasang ke dalam ruangan. Diupayakan pilihlah corak lantai warna monokrom atau warna khas alam antara lain hijau, cokelat, biru dan turunannya agar mampu memperkuat kesan industrial yang kamu ciptakan. Perhatikan saat memilih lantai untuk ruangan yang sudah dihiasi dinding bata ekspos karena susunan batubata ekspos sudah membentuk corak rumit, disarankan gunakanlah lantai yang polos untuk kombinasinya. Tampilan dinding dan lantai dapat menjadi daya tarik utama (focal point)dalam ruang ruang yang kamu desain.

6. Pencahayaan
Desain rumah industrial menggunakan lampu dari neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Banyak jenis pilihan lampu atau pencahayaan yang tersedia saat ini. Penempatan dan pemilihan jenis yang sesuai sangat mempengaruhi tata letak desain yang baik. Seperti lampu gantung diwarnai menggunakan warna porselen serta menyertakan penutup alumunium hal ini menampilkan kekhasan lampu pabrik tua.

7. Dekorasi
Desain rumah industrial harus memperhatikan semua elemen struktural yang terekspos, agar dapat memberikan keseimbangan visual kontras serta menarik. Berarti diperlukan sentuhan lembut dekorasi dan perabotan khusus, mungkin dengan menggunakan lukisan, sofa mewah, horden, bantal atau bahkan karpet

8. Aksesori
Desain rumah industrial menampilkan konsep dasar desain yaitu membiarkan suatu benda dengan apa adanya tanpa menutupi material dasar benda tersebut. Penonjolan karakter, perpaduan bebagai material secara harmonis berguna sebagai aksesori penghias ruangan yang indah, biarkan tampil menjadi diri sendiri.
Material yang paling banyak ditempatkan dalam ruangan yaitu logam, logam kerap digunakan sebagai penyangga kipas, tiang lampu, pipa dan penahan plafon dibiarkan secara alami. Instalasi kabel ditempelkan tanpa perlu penutup pipa, tetapi diatur kerapiannya. Kebanyakan aksesori dalam desain rumah industrial terbuat dari barang bekas.

9. Furniture
Desain rumah industrial biasanya menggunakan material bekas atau recycle, furnitur bernuansa vintage, tua dan “berumur” melengkapi kesan industrial yang memiliki sifat raw, rustic, dan unfinished. Prinsip dasar yang selalu mengedepankan keaslian material. Material yang sering digunakan antara lain kotak besi bekas, pipa bekas, perangkat-perangkat mekanis, ubin, dan benda fungsi lainnya. Terkadang memanfaatkan konstruksi yang kuat dapat dijadikan penggabungan furniture yang unik dan kreatif. Bila kamu memilih lemari kayu, biarkan tampilan natural kayunya tetap terlihat ataupun kursi besi kamu harus tetep mempertahankan wujud besinya kelihatan.

10. Ornamen
Desain rumah industrial menggunakan pola yang tidak jauh berbeda dengan pola desain modern dan minimalis, yaitu eksplorasi pola garis tegas dan pola tegak lurus, walaupun menggunakan material natural dan terkesan tua.

Bersambung ke halaman 2