Mengenal Istilah Karya Inovatif




apcrit.com Inovasi yaitu mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa dan mengubah sesuatu yang tadinya tidak atau kurang bernilai menjadi lebih bernilai. Sedangkan karya adalah produk hasil suatu pekerjaan ataupun kreatifitas.

Jadi sebuah karya disebut inovatif bila ada nilai tambah yang dihasilkan dari karya tersebut. Nilai tambah tersebut bisa berupa peningkatan kualitas, peningkatan harga, dan peningkatan efisiensi.

Satu karya tidak bisa disebut inovatif bila tidak ada nilai tambah yang dihasilkan. Karya tidak bisa disebut inovatif apabila orang lain sudah lebih dulu membuatnya. Karya juga harus dapat dijual bukan hanya dikagumi atau sebatas kreativitas semata.



Jadi kesimpulannya sebuah karya inovatif yang baik menurut Yoris Sebastian, seorang pakar dan master dibidang kreatif Indonesia di dalam bukunya harus mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:

 

1. Original
Sebuah karya inovatif harus original dan belum pernah dibuat oleh orang lain. Oleh karenanya para inovator harus benar-benar melakukan pengecekan sehingga karya yang mereka buat tidak dianggap copycat dan melanggar hak cipta orang lain.

 

2. Relevan
Sebuah karya inovatif harus mempertimbangkan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Kalau kita membuat karya yang tidak dibutuhkan masyarakat, maka karya kita tidak akan memberikan manfaat.

 

3. Marketable
Sebuah karya inovatif harus disesuaikan denga kebutuhan pasar. Karya harus bisa dijual. Bila karya yang kita hasilkan tidak bisa dijual atau dikembangkan secara komersil, maka tidak ada nilai tambah yang didapat.

 

4. User Friendly
Karya kita harus praktis dan mudah digunakan. Karya yang terlalu rumit dan tidak bisa diimplementasikan atau menyebabkan orang lain tidak berminat dan memilih produk lain.

 

5. Efisien
Sebuah karya dikatakan efisien bila mampu mereduksi biaya sehingga menghasilkan karya dengan biaya lebih murah. Meskipun karya kita luar biasa, tetapi bila dari segi biaya produksinya terlalu mahal dibanding barang atau jasa yang ada, maka karya kita tidak bisa dipasarkan.

 

6. Bersambung ke halaman 2