Mengenal Opel Chevrolet Blazer Indonesia




apcrit.com Pernahkah kamu mendengar kendaraan Opel Chevrolet Blazer?

Yup pasti di benak kamu adalah sebuah mobil yang memiliki image gagah, tangguh, boros, spare part mahal, maintenace susah karena mekanik jarang menguasai mobil ini dan harga jualnya murah.

Kali ini kita akan membahas kendaraan roda empat Opel Chevrolet Blazer. Mungkin kamu akan lebih mengenal kendaraan roda empat yang dengan sebutan “kebo” setelah mendengar penjelasan berikut ini.

Sebelum membahas mengenai Opel Chevrolet Blazer ada baiknya bila kita mengenal sejarah awal masuknya merek dagang tersebut. Opel merupakan merek dagang berasal dari Jerman yang tergabung dalam General Motors (GM) sejak 1929.

Berdasarkan buku General Motors in the Twentieth Century karya Alan K. Binder dan Deebe Ferris, pertama sekali Opel beroperasi di Indonesia sebelum kemerdekaan ketika masih akrab dengan sebutan nama Hindia Belanda (Dutch East Indies). Beberapa produk Opel telah dipabrikasi di Indonesia pada tahun 1938 di wilayah Tanjung Priok dan pabrik General Motor pertama di Asia yang berada di wilayah Ancol.

Ketika tentara Jepang ekspansi ke hindia belanda, ada ketakutan General Motor (GM) bahwa Jepang akan merampas pabrik mereka untuk digunakan sebagai kepentingan pabrik kendaraan tempur, sehingga GM memindahkan semua asset pabriknya di Ancol.

Walaupun pabrik yang berada di Tanjung Priok masih tetap ada namun hanya bertahan sampai sekitar 1957. Ketika presiden Soekarno menasionalisasi asset asing, mulai saat itulah aset Opel diserahkan kepada Garmak Motor (Garuda Makmur). Di tahun 60an tepatnya tahun 1968, Garmak Motor diambil alih oleh Probosutejo yang merupakan adik satu ibu  Mantan Presiden Soeharto. Pada dekade 90an, citra Opel dikenal sebagai pabrikasi produk unggulan mobil sedan mewah asal Jerman.

Entah mengapa pertengahan dekade 90an, Garmak Motor mengeluarkan SUV tampilan khas mobil gagah Amerika “American Style” yang dinamakan Opel Blazer. Dimana khusus pasar penjualan di Indonesia Opel Blazer merupakan kolaborasi tiga negara di dunia yaitu yaitu Opel-Jerman (Lisensi dan Merk), Chevrolet-USA (Desain dan Manufaktur), dan Holden-Australia (Mesin Holden 2.200cc MPFi, SOHC dan DOHC).

Tetapi bagi peminat versi 4×4 dikeluarkan dengan pesanan khusus menggunakan mesin asli Chevrolet Amerika 4.3L V6 Vortec. Mengapa tidak menggunakan mesin disel yang berkekuatan 4300cc seperti Blazer di Amerika?

Hal ini untuk antisipasi agar pasar Chevrolet Trooper tetap terjual, karena dengan tampangnya yang gagah Opel Blazer sangat laris. Namun saat Indonesia mengalami krismon pada tahun 1998, penjualan Opel mengalami penurunan. Akhirnya produk unggulan Opel Blazer di hand over ke Chevrolet pada 12 September 2002.

Perubahan nama Opel Blazer menjadi Chevrolet Blazer mengakibatkan logo yang selalu digunakan di gril depan Blazer berganti dari petir menjadi dasi kupu-kupu.



Berikut pembagian generasi mobil Blazer yang pernah ada di Indonesia :

a. Generasi Pertama

Mengenal Opel Chevrolet Blazer Indonesia
Opel Blazer generasi pertama diproduksi tahun 1996-1999 pertengahan, produksi komponen buatan USA, menggunakan mesin Holden 2200 cc Multi Port Fuel Injection dari Australia dengan type DOHC dan SOHC, menggunakan transmisi 5-speed manual 4×2, bahan bakar bensin, dengan jarak sumbu roda 100,5 in (2553 mm), panjang 175 in (4445 mm), lebar 67,8 in (1722 mm) dan tinggi 67 in (1702 mm). Menggunakan suspensi depan dan belakang McPherson struts independen.

Terdiri dari beberapa varian yaitu :
1. Blazer DOHC, dengan ciri khas lampu kotak american style.
2. Blazer DOHC LT (Luxury Touring) kelebihan DOHC adalah menggunakan two tone colour, bullbar, dan interior menggunakan jok kulit, terdapat wood panel dan tonneau cover.
3. Blazer SLi, merupakan generasi awal mesin SOHC. Interior menggunakan versi sama dengan DOHC tetapi tidak ada cockpit panel dan console box. Eksterior sama dengan DOHC namun tidak ada lis body, bumper hitam, dan karakter khususnya headlamp celong (kecil).
4. Blazer DOHC Z-line limited edition.

 

b. Generasi Kedua

Mengenal Opel Chevrolet Blazer Indonesia
Opel Blazer generasi kedua diproduksi tahun 1999-2002 pertengahan, produksi komponen buatan USA, menggunakan mesin Holden 2200 cc Multi Port Fuel Injection dari Australia dengan type DOHC dan SOHC, menggunakan transmisi 5-speed manual 4×2, bahan bakar bensin, dengan jarak sumbu roda 100,5 in (2553 mm), panjang 175 in (4445 mm), lebar 67,8 in (1722 mm) dan tinggi 67 in (1702 mm). Menggunakan suspensi depan dan belakang McPherson struts independen.Ciri khasnya paling terlihat yaitu facelift menggunakan headlight sipit, berdampingan dengan lampu sein serta memiliki tail light, lampu rem dan lampu senja sudah terpisah semua.

Terdiri dari beberapa varian yaitu :
1. Blazer DOHC, interior sama dengan generasi pertama.
2. Blazer DOHC LT, interior sama dengan generasi pertama, bagian ekterior velg sudah polish.
3. Blazer SOHC, beberapa varian yaitu Montera LN, Montera, Montera LV, Montera LS dan Montera Sport Montera.

 

c. Generasi 4×4

Mengenal Opel Chevrolet Blazer Indonesia
Opel Blazer generasi kedua diproduksi tahun 2001-2002, produksi komponen buatan built-up USA, menggunakan mesin vortec V6 4300cc, menggunakan transmisi 4wd matic, bahan bakar bensin, dengan jarak sumbu roda 100,5 in (2553 mm), panjang 175 in (4445 mm), lebar 67,8 in (1722 mm) dan tinggi 67 in (1702 mm). Dikarenakan kemunculannya sangat singkat dan harganya juga lumayan mahal pada saat itu maka unit yang beredar sangat terbatas, diperkirakan +/- 100 unit. Ngak heran kalau unit ini sekarang menjadi incaran para kolektor karena kapasitas mesinnya besar dan berpenggerak 4×4 dengan interior dan fitur sangat canggih pada masanya.

 

d. Generasi Ketiga

Mengenal Opel Chevrolet Blazer Indonesia
Opel Blazer generasi kedua diproduksi tahun 2002-2005 Samba Edition atau biasa disebut brazillian, produksi komponen buatan brazil, menggunakan mesin Holden 2200 cc Multi Port Fuel Injection dari Australia dengan type DOHC dan SOHC, menggunakan transmisi 5-speed manual 4×2, bahan bakar bensin, dengan jarak sumbu roda 100,5 in (2553 mm), panjang 175 in (4445 mm), lebar 67,8 in (1722 mm) dan tinggi 67 in (1702 mm). Menggunakan suspensi depan dan belakang McPherson struts independen.Perubahan terjadi pada awal tahun 2003 dimana tampilan bentuk ekterior jauh berbeda, namun interior masih terlihat sama, tetapi pada pertengahan 2003 perubahan juga dilakukan perubahan interior yang jauh berbeda dari Tampilan Blazer sebelumnya. Versi DOHC mulai diproduksi tahun 2003, dan versi Montera XR tahun 2004. Blazer generasi ketiga merupakan Blazer terakhir yang diproduksi pada Maret 2005.
Terdiri dari beberapa varian yaitu :
1. Blazer DOHC, interior sama dengan generasi pertama.
2. Blazer DOHC LT, interior sama dengan generasi pertama, bagian ekterior velg sudah polish.
3. Blazer SOHC, beberapa varian yaitu Montera LN, Montera, Montera LV, Montera LS dan Montera Sport Montera.
4. Samba Edition, terjadi perbedaan bentuk interior dan ekterior, sangat jauh berbeda dengan tampilan sebelumnya

Pendapat Mengenai Opel Chevrolet Blazer
1. Opel Chevrolet Blazer di desain untuk memberikan keamanan, kenyamanan dan kemewahan dikelasnya.
2. Mobil ini memiliki dua lapis baja di bodinya cukup aman terhadap benturan, namun membuat bobot mobil ini mencapai 2,2 ton.
3. Tenaga mesin 2200cc sangat pas untuk melaju dalam kondisi standar
4. Untuk bahan bakar termasuk standar (6-7km / L (dalam kota), 9-10km / L (luar kota))
5. Walaupun 4×2 mobil ini sanggup melewati berbagai medan jalan termasuk pegunungan dan off-road semi extreme
6. Radius putar terlalu besar, sehingga sulit diparkir
7. Interior kabin sangat luas
8. AC sering bermasalah
9. Mesin gampang overheat
10. Ketersediaan suku cadang terbatas dan mahal, karena jarang ada yang KW Pada mesin SOHC tenaga bawah lebih mudah didapat dibanding DOHC
11. Fuel pump mudah macet serta rusak, sebab sensitif terhadap kotoran sekecil dalam tanki dapat tersedot apabila bensin kotor
12. Timing belt DOHC 30.000 km, hati hati putus timing belt karna dapat mengakibatkan kerusakan fatal yaitu klep bengkok, perhatikan km yg telah ditempu
13. Timing belt SOHC 60.000 km, jika putus timing belt sohc tidak mengalami bengkok klep seperti hal nya dohc
14. SOHC memiliki kualitas material kelistrikan terutama relay dan soket2 sensor kualitas nya kurang dibanding DOHC
15. Tipe SOHC sering terjadi power delay pada saat kaki menginjak pedal gas dan raungan mesin walau delay sepersekian detik agak menganggu
16. Body dan kaki-kaki kokoh.
17. Ground clearance tinggi
18. Cocok untuk dimodifikasi bergaya off road
19. Pajak cukup murah.
20. Harga jual rendah

Beberapa teman mengatakan kualitas dan desain blazer lebih baik yang produksi awal sampai 2002 dibanding 2003 keatas (samba maupun non samba). Ada baiknya bila kamu tertarik dengan SUV ini, kamu menyediakan dana lebih ketika mau membelinya, yahh sekitar diatas 3 juta rupiah untuk dana perbaikan.

Itulah sedikit ulasan mengenai si ‘Kebo’,dikarenakan kendaraan ini memiliki kemampuan dan tenaganya yang dapat diandalkan, sekarang banyak yang mulai mengkoleksi mobil ini.

Para pencinta Opel Chevrolet Blazer di Indonesia banyak tergabung dalam Facebook Forum Blazer Indonesia (FBI), forum ini merupakan zona bebas konflik, hanya diperuntukkan ajang silahturahmi, bertukar informasi dan konsultasi mengenai SUV Opel Chevrolet Blazer. Salam pecinta Opel Chevrolet Blazer………………..

dikutip dari beberapa sumber online :
www.mobilmotorlama.com
forumblazerindonesia.blogspot.co.id